" Assallamualaikum and welcome to my blog ^_^ "



Sabtu, 24 September 2011

Roman Jadoel

Hari-hari ini sedang ramai promosi Film Dibawah lindungan Ka'bah, sebuah film kisah percintaan bernuansa islami. Hal ini langsung membawa ingatan saya melayang ke pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di jaman SMP dulu. Dimana materi pelajarannya diantaranya  banyak  membahas tentang berbagai novel (atau roman bahasa jadulnya) yang terbit dan terkenal pada zaman dulu yang dikenal sebagai Angkatan Pujangga Baru. Untuk sekedar mengenal dan mengingat, berikut sinopsis dari beberapa novel/roman tersebut yang saya kutip dari berbagai sumber,,, let's cekidot !!!
.
DIBAWAH LINDUNGAN KA'BAH
Karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
Terbit pertama kali pada tahun 1938

Novel yang berjudul “Di bawah Lindungan Ka’bah” karya Hamka ini menceritakan tentang kisah cinta yang tak sampai antara Hamid dan Zainab, yang mereka bawa sampai liang lahat.      
                                   
Awal cerita dimulai dari keberangkatan “Aku” ke Mekah guna memenuhi rukun Islam yang ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji. Alangkah besar hati “Aku” ketika melihat Ka’bah dan Menara Masjidil Haram yang tujuh itu, yang mana sudah menjadi kenang-kenanganku. “Aku” menginap di rumah seorang syekh yang pekerjaan dan pencaariannya semata-mata memberi tumpangan bagi orang haji. Di sinilah “Aku” bertemu dan mendapat seorang sahabat yangmulia dan patut dicontoh yang bernama Hamid. Hidupnya amat sederhana,tiada lalai dari beribadat,tiada suka membuang-buang waktu kepada yang tiada berfaedah, lagi amat suka memperhatikan kehidupan orang-orang yang suci, ahli tasawuf yang tinggi. Bila “Aku” terlanjur membicarakan dunia dan hal ihwalnya, dengan amat halus dan tiada terasa pembicaraan itu telah dibelokkannya kepada kehalusan budi pekerti dan ketinggian kesopanan agama. 
Baru dua bulan saja, pergaulan kami yang baik itu tiba-tiba telah terusik dengan kedatangan seorang teman baru dari Padang, yang rupanya mereka adalah teman lama. Ia bernama Saleh, menurut kabar ia hannya tinggal dua atau tiga hari di Mekah sebelum naik haji, ia akan pergi ke Madinah dulu dua tiga hari pula sebelum jemaah haji ke Arafah. Setelah itu ia akan meneruskan perjalanannya ke Mesir guna meneruskan studinya. Namun kedatangan sahabat baru itu, mengubah keadaan dan sifat-sifat Hamid.   
                
 Belakangan Hamid lebih banyak duduk termenung dan berdiam seorang diri, seakan-akan “Aku” dianggap tidak ada dan idak diperdulikannya lagi. Karena merasa tidak nyaman, maka “Aku” memberanikan diri mendekati dan bertanya kepadanya, kabar apakah gerangan yang dibawa sahabat baru itu sehingga membuatnya murung. Ia termenung kira-kira dua tiga menit,setelah itu ia memandangku dan berkata bahwa itu sebuah rahasia. Namun setelah dibujuk agak lama, barulah ia mau berbagi kedukaannya kepadaku. Dan ternyata rahasia yang ia katakan ialah tentang masa lalu dan kisah cintanya dimasa itu. Saleh mengabarkan kalau dia sudah menikah dengan Rosna yang kebetulan teman sekolahnya dan sahabat Zainab juga. Suatu ketika Rosna bertandang ke rumah Zainab, yang mana Zainab itu adalah orang yang Hamid kasihi selama ini, namun ia tiada berani untuk memberitahukan perasaannya itu kepada Zainab,mengingat jasa-jasa orang tua Zainab kepada Hamid dan ibunya selama ini. Apalagi saat itu ibunya Zainab pernah meminta Hamid untuk membujuk Zainab supaya mau dinikahkan dengan kemenakan ayahnya. Padahal waktu itu Hamid berniat unuk memberi tahukan tentang perasaannya yang selama itu dia simpan kepada Zainab, namun niatnya itu diurungkannya. Betapa terkejutnya Hamid ketika ia dimintai tolong untuk membujuk Zainab supaya mau dinikahkan dengan orang yang sama sekali belum ia kenal. Hamid gagal membujuk Zainab, karena Zainab menolak untuk dinikahkan. Hamid pulang dengan perasaan yang kacau balau, sejak saat itu Hanid memutuskan untuk merantau, sebelum pergi ia menulis surat untuk Zainab. Setelah itu mereka tiada berhubungan lagi, dan sampai sekarang pun ia masih menyimpan perasaanya itu. Dan kedatangan Saleh kemarin memberitahukan bahwa ternyata Zainab pun menyimpan perasaan yang sama, perasaan yang selama ini disimpan oleh Hamid. Saleh memberitahukan bahwa kesehatan Zainab memburuk dan ia ingin sekali tahu bagaimana kabar Hamid.        
                                                                      
Setelah Zainab mendengar keberadaan Hamid di Mekah, Ia pun mengirim surat kepada Hamid sebagai balasan surat Hamid yang dulu. Seminggu setelah itu, Zainab pun menghembuskan nafasnya. Hamid tidak mengetahui kematian Zainab karena pada saat itu iapun sedang sakit, sehingga temannya tidak tega untuk memberitahukan kabar tersebut. Ketika Hamid sedang melaksanakan tawaf dan mencium hajar aswad ia berdoa dan menghembuskan nafas terakhirnya.

TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK                                                                   Karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
Terbit pertama pada tahun 1938 


Desa Batipuh, di Minangkabau terbayang-bayang di matanya setiap masa. Setelah sekian lama, Zainudin memasang niat untuk melihat kampung halaman arwah ayahnya, Pendekar Sutan, telah menikam bapak saudaranya, Datuk Mantari Labih yang selalu menghalangnya daripada mendapat harta warisan keluarganya. Akibat tindakannya yang menurut hati yang muda, Pendekar Sutan dibuang negeri dari Ranah Minang, tanah tumpah darahnya. Pendekar Sutan dibuang negeri dan terdampat di Mengkasar.
Di sana, Pendekar Sutan dijadikan anak menantu seorang mubaligh Islam. Daripada isterinya yang bernama Daeng Habibah, Zainudin lahir di sana. Kerana berhasrat benar untuk pulang ke kampung halaman arwah ayahnya, Zainudin menyampaikan hasratnya itu kepada Mak Base, orang tua angkatnya di Mengkasar. Sejak kematian kedua-dua orang tuanya, Zainudin diasuh dan dibela oleh Mak Base sampai dia bujang teruna.

Di Padang Panjang, Zainudin jatuh hati kepada seorang anak gadis yang bernama Hayati. Hukuman yang ditimpakan arwah ayahnya amat berat dirasai Zainudin. Kerana itulah, maka hubungan kasih kedua-dua Zainudin dan Hayati terpaksa diputuskan. Dianggap sebagai orang asing, kepulangan Zainudin di Ranah Minang tidak dterima sebagai anak negeri. Dia lalu pergi menetap di Kota Padang Panjang. Sura-surat Batipuh dan Padang Panjang antar kedua-dua anak muda itu melambangkan kesetiaan cinta mereka berdua.

Sewaktu berada di Padang Panjang, Hayati menginap di rumah sahabatnya, Khadijah. Aziz, abang Khadijah tertarik dengan Hayati. Maka cinta Zainudin mendapat saingan. Kemiskinan Zainudin pada mulanya menjadi penghalang bagi Hayati untuk meneruskan cintanya dengan Zainudin. Dengan mendengar hasutan Khadijah, Zainudin dibuangnya jauh daripada rasa kasihnya. Zainudin pada masa yang sama, menerima harta dan kekayaan dari Mengkasar setelah ibu angkatnya, Mak Base meninggal dunia. Namun dalam surat lamarannya kepada Hayati, Zainudin tidak mengungkitkan hal dia sudah menjadi kaya-raya itu. Namun, Aziz lebih dahulu melamar Hayati. Lamaran Aziz diterima kerana dia dikatakan orang berkedudukan jika dibandingkan dengan Zainudin yang bukan anak Ranah Minang lagi miskin.

Penolakan lamarannya membuat Zainudin hanya berputih mata pada saat itu. Muluk, anak wanita tuan rumah tempat dia menginap di Padang Panjang itu menjadi sahabat karib Zainudin. Muluk menjadi orang kepercayaannya. Hayati juga etrpaksa menurut apa-apa sahaja kehendak orang tuanya dan cintanya kepada Hamid dikuburkan dengan segera.

Zainudin yang jatuh melarat kerana menanggung hati setelah Hayati yang dia kasihi sudah menikah dengan Aziz, dinasihati Muluk agar melupakan masa lalunya dan membina kehidupan yang baru. Dengan usul Muluk, Zainudin berpindah ke Jakarta. Zainudin memulakan pekerjaan baru dengan menjadi seorang penulis yang berjaya dan akhirnya dia dan Muluk berpindah ke Surabaya. Kemahsyuran Zainudin juga kerana dia seorang hartawan yang dermawan.

Kehidupan pasangan Aziz dan Hayati melarat hingga mereka berpindah ke Surabaya. Aziz yang bertabiat buruk sejak watu bujangnya tidak dapat mengawal rumah tangga dan akhirnya mereka berdua hidup miskin. Akhirnya, mereka terpaksa menumpang di rumah Zainudin. Kedua-duanya berasa malu atas hidup menumpang di rumah lelaki hartawan yang baik hati itu. Aziz hidup menganggur hingga saat itu.

Aziz tanpa pengetahuan sesiapa meninggalkan Hayati di rumah Zainudin lalu peri ke Banyuwangi. Dia mengutuskan dua pucuk surat memohon maaf dan meminta agar Zainudin mahu menerima Hayati semula. Pesanan-pesanan dalam surat itu disusuli dengan kematian Aziz yang meragut sendiri nyawanya.
Namun Zainudin enggan menerima Hayati apa lagi mendapat tahu bahawa Aziz telah membunuh diri. Keputusan Zainudin itu adalah kerana dendamnya kepada Hayati selama ini. Hayati lalu merajuk dan berangkat pulang ke Sumatera dengan menaiki kapal Van Der Wijck.

Zainudin mula sedar kesilapannya setlah Hayati meninggalkan rumahnya. Dia sedar bahawa dia masih mengasihi Hayati. Zainudin lalu mahu meyusul Hayati setelah membaca surat peninggalan Hayati yang amat menyentuh hati kasihnya. Namun, tersebar sebuah berita bahawa “Kapal Van Der Wijck Tenggelam” dalam sebuah akhbar di Surabaya. Dari Tuban, Zainudin dengan diiringi Muluk bertemu dengan Hayati yang sedang dirawat di sebuah hospital di Lamongan. Namun, pertemuan itu adalah pertemuan kali bagi kedua-dua pasangan kekasih itu. Setelah dapat berbual beberapa ketika, Hayati menghembuskan nafasnya yang terakhir di dalam dakapan Zainudin.  Kepergian Hayati dituruti Zainudin tidak lama kemudian. Muluk menguburkan jenazah Zainudin di sisi pusara Hayati.

SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai)
Karya Marah Rusli
Terbit pertama pada tahun 1922

Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.

Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Maka dengan seluruh orang suruhanya, yaitu pendekar lima, pendekar empat serta pendekar tiga, serta yang lainnya Datuk Maringgih memerintahkan untuk membakar toko Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikan oleh Datuk Maringgih. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.

Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih. Yaitu menyarahkan puterinya Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih untuk dijadikan istri.

Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan Datuk Maringgih.

Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Dia sangat terpukul oleh kenyataan itu. Cintanya yang menggebu-gebu padanya kandas sudah. Dan begitupun dengan Siti Nurbaya sendiri, hatinya pun begitu hancur pula, kasihnya yang begitu dalam pada Samsulbahri kandas sudah akibat petaka yang menimpa keluarganya.


Pada suatu hari ketika Samsulbahri sedang liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Datuk Maringgih sangat marah melihat mereka berdua yang sedang duduk bersenda gurau itu, sehingga Datuk maringgih berusaha menganiaya Siti Nurbaya. Samsulbahri tidak mau membiarkan kekasihnya dianiaya, maka Datuk Maringgih dia pukul hingga terjerembab jatuh ketanah. Karena saking kaget dan takut, Siti Nurbaya berteriak-teriak keras hingga teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras karena derita beruntun yang menimpanya. Mendengar teriakan anak yang sangat dicinatianya itu baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir. Mendengar itu, ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri diusir dan harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, oleh karena itu Siti Nurbaya diusirnya, karena dianggap telah mencoreng nama baik keluarganya dan adat istiadat. Siti Nurbaya kembali ke kampunyanya dan tinggal bersama bibinya. Sementara itu Samsulbahri yang ada di Jakarta hatinya hancur dan penuh dendam kepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya.

Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. naumun di tengah perjalanan dia hampir meninggal dunia, ia terjatuh kelaut karena ada seseorang yang mendorongnya. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telah memegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut.

Tetapi, walaupun dia selamat dari marabahaya tersebut, tetapi marabahaya berikutnya menunggunya di daratan. Setibanya di Jakarta,Karena dengan siasat dan fitnah dari Datuk Mariggih Siti Nurbaya ditangkap polisi, karena surat telegram Datuk Maringgih yang memfitnah Siti Nurbaya, bahwa dia ke Jakarta telah membawa lari emasnya atau hartanya. Sehingga memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.

Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.

Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.

Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Sewaktu di rumah sakit, sebelum dia meninggal dunia, dia minta agar dipertemukan dengan ayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. Ayah Samsulbahri juga sangat menyesal telah mengata-ngatai dia tempo dulu, yaitu ketika kejadian Samsulbahri memukul Datuk Maringgih dan mengacau keluarga orang, yang sangat melanggar adat istiadat dan memalukan itu. Setelah berhasil betemu dengan ayahnya, Samsulbahripun meninggal dunia. Namun, sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padang dekat kekasihnya Siti Nurbaya. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya, dia dikuburkan di Gunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. Dan di situlah kedua kekasih ini bertemu terakhir dan bersama untuk selama-lamanya.


LAYAR TERKEMBANG
Karya S. Takdir Alisyahbana
Terbit pertama pada tahun 1936


Tuti adalah putri sulung Raden Wiriatmadja. Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria. Ia seorang gadis yang lincah dan periang.
Suatu hari, keduanya pergi ke pasar ikan. Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium, mereka bertemu dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan. Pemuda itu bernama Yusuf, seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Ayahnya adalah Demang Munaf, tinggap di Martapura, Sumatra Selatan.


Perkenalan yang tiba-tiba itu menjadi semakin akrab dengan diantarnya Tuti dan Maria pulang. Bagi yusuf, perteman itu ternyata berkesan cukup mendalam. Ia selal teringat kepada kedua gadis itu, dan terutama Maria. Kepada gadis lincah inilah perhatian Yusuf lebih banyak tertumpah. Menurutnya wajah Maria yang cerah dan berseri-seri serta bibirnya yang selalu tersenyum itu, memancarkan semangat hidup yang dinamis.
Esok harinya, ketika Yusuf pergi ke sekolah, tanpa disangka-sangka ia bertemu lagi dengan Tuti dan Maria di depan Hotel Des Indes. Yusuf pun kemudian dengan senang hati menemani keduanya berjalan-jalan. Cukup hangat mereka bercakap-cakap mengenai berbagai hal.

Sejak itu, pertemuan antara Yusuf dan Maria berlangsung lebih kerap. Sementara itu Tuti dan ayahnya melihat hubungan kedua remaja itu tampak sudah bukan lagi hubungan persahabatan biasa.
Tuti sendiri terus disibuki oleh berbagai kegiatannya. Dalam kongres Putri Sedar yang berlangsung di Jakarta, ia sempat berpidato yang isinya membicarakan emansipasi wanita. Suatu petunjuk yang memperlihatkan cita-cita Tuti untuk memajukan kaumnya.

Pada masa liburan, Yusuf pulang ke rumah orang tuanya di Martapura. Sesungguhnya ia bermaksud menghabiskan masa liburannya bersama keindahan tanah leluhurnya, namun ternyata ia tak dapat menghilangkan rasa rindunya kepada Maria. Dalam keadaan demikian, datang pula kartu pos dari Maria yang justru membuatnya makin diserbu rindu. Berikutnya, surat Maria datang lagi. Kali ini mengabarkan perihal perjalannya bersama Rukamah, saudara sepupunya yang tinggal di Bandung. Setelah membaca surat itu, Yusuf memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kemudian menyusul sang kekasih ke Bandung. Setelah mendapat restu ibunya, pemuda itu pun segera meninggalkan Martapura.

Kedatangan Yusuf tentu saja disambut hangat oleh Maria dan Tuti. Kedua sejoli itu pun melepas rindu masing-masing dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun di Dago. Dalam kesempatan itulah, Yusuf menyatakan cintanya kepada Maria.
Sementara hari-hari Maria penuh dengan kehangatan bersama Yusuf, Tuti sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Sesungguhpun demikian pikiran Tuti tidak urung diganggu oleh keinginannya untuk merasakan kemesraan cinta. Ingat pula ia pada teman sejawatnya, Supomo. Lelaki itu pernah mengirimkan surat cintanya kepada Tuti.

Ketika Maria mendadak terkena demam malaria, Tuti menjaganya dengan sabar. Saat itulah tiba adik Supomo yang ternyata disuruh Supomo untuk meminta jawaban Tuti perihal keinginandsnya untuk menjalin cinta dengannya. Sesungguhpun gadis itu sebenarnya sedang merindukan cinta kasih seorang, Supomo dipandangnya sebagai bukan lelaki idamannya. Maka segera ia menulis surat penolakannya.
Sementara itu, keadaan Maria makin bertambah parah. Kemudian diputuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Ternyata menurut keterangan dokter, Maria mengidap penyakit TBC. Dokter yang merawatnya menyarankan agar Maria dibawa ke rumah sakit TBC di Pacet, Sindanglaya Jawa Barat. Perawatan terhadap Maria sudah berjalan sebulan lebih lamanya. Namun keadaannya tidak juga mengalami perubahan. Lebih daripada itu, Maria mulai merasakan kondisi kesehatan yang makin lemah. Tampaknya ia sudah pasrah menerima kenyataan.

Pada suatu kesempatan, disaat Tuti dan Yusuf berlibur di rumah Ratna dan Saleh di Sindanglaya, disitulah mata Tuti mulai terbuka dalam memandang kehidupan di pedesaan. Kehidupan suami istri yang melewati hari-harinya dengan bercocok tanam itu, ternyata juga mampu membimbing masyarakat sekitarnya menjadi sadar akan pentingnya pendidikan. Keadaan tersebut benar-benar telah menggugah alam pikiran Tuti. Ia menyadari bahwa kehidupan mulia, mengabdi kepada masyarakat tidak hanya dapat dilakukan di kota atau dalam kegiatan-kegiatan organisasi, sebagaimana yang selama ini ia lakukan, tetapi juga di desa atau di masyarakat mana pun, pengabdian itu dapat dilakukan.

Sejalan dengan keadaan hubungan Yusuf dan Tuti yang belakangan ini tampak makin akrab, kondisi kesehatan Maria sendiri justru kian mengkhawatirkan. Dokter yang merawatnya pun rupanya sudah tak dapat berbuat lebih banyak lagi. Kemudian setelah Maria sempat berpesan kepada Tuti dan Yusuf agar keduanya tetap bersatu dan menjalin hubungan rumah tangga, Maria menghembuskan napasnya yang terakhir. “Alangkah bahagianya saya di akhirat nanti, kalau saya tahu, bahwa kakandaku berdua hidup rukun dan berkasih-kasihan seperti kelihatan kepada saya dalam beberapa hari ini. Inilah permintaan saya yang penghabisan dan saya, saya tidak rela selama-lamanya kalau kakandaku masing-masing mencari peruntungan pada orang lain”. Demikianlah pesan terakhir almarhum Maria. Lalu sesuai dengan pesan tersebut Yusuf dan Tuti akhirnya tidak dapat berbuat lain, kecuali melangsungkan perkawinan karena cinta keduanya memang sudah tumbuh bersemi.


SALAH ASUHAN
Karya Abdul Muis
Terbit pertama pada tahun 1928

Hanafi dikirim ibunya ke Betawi untuk bersekolah di HBS (Hoogere Burger School). Walaupun ibu Hanafi hanyalah seorang janda, dia menginginkan anaknya menjadi orang pandai. Karena itu, ia bermaksud menyekolahkan Hanafi setinggi-tingginya. Masalah biaya, dia berusaha keras untuk selalu memenuhinya walaupun harus meminta bantuan kepada mamaknya, Sutan Batuah.
 
 

Selama di Betawi, Hanafi dititipkan pada keluarga Belanda, sehingga dia setiap hari dididik secara Belanda dan bergaul dengan orang-orang Belanda. Pergaulan Hanafi setamat HBS juga tidak terlepas dari lingkungan orang-orang Eropa. Hal ini karena dia bekerja di kantor asisten residen di Solok. Dia sangat bangga menjadi orang Belanda walaupun sebenarnya dia seorang pribumi asli. Gaya hidupnya sangat kebarat-baratan. Bahkan, terkadang melebihi orang barat yang sebenarnya.
 
Selama bergaul dengan orang-orang Eropa, Hanafi jatuh hati pada salah seorang gadis Eropa bernama Corrie. Corrie adala seorang gadis indo Perancis-Belanda. Hubungan keduanya memang akrab. Mereka suka mengobral berdua. Corrie mau bergaul dengan Hanafi hanya sebatas teman karena mereka sering bertemu. Namun, bagi Hanafi, hubungan pertemanan itu diartikan lain, dia merasa bahwa Corrie pun mencintai dirinya seperti yang ia rasakan. Ketika Hanafi mengemukakan isi hatinya, Corrie menolak secara halus. Corrie merasa tidak mungkin menjalin hubungan dengan Hanafi karena perbedaan budaya di antara mereka. Corrie adalah peranakan Eropa, sedangkan Hanafi orang pribumi. Namun, tampaknya Hanafi tidak mengerti penolakan itu.

Untuk menghindari Hanafi, Corrie pindah ke Betawi. Di Betawi, dia menegaskan kembali kepada Hanafi mengenai hubungan mereka melalui surat. Dia meminta Hanafi untuk melupakan dirinya. Menerima surat tersebut, Hanafi sangat terpukul dan jatuh sakit. Selama sakit, Hanafi banyak mendapatkan nasihat dari ibunya. Ibunya membujuknya untuk menikahi wanita pribumi pilihan ibunya, Rapiah.
Perkawinan yang tidak didasari perasaan cinta itu membuat keluarga Hanafi-Rapiah tidak pernah tenteram. Hanafi sering menyakiti hati Rapiah, marah-marah, dan memaki-makinya hanya karena persoalan sepele. Namun, Rapiah tak pernah melawan dan semua perlakuan Hanafi diterimanya dengan pasrah. Hal itu membuat kagum ibu mertuanya.

Pada suatu hari, Hanafi digigit anjing gila. Dia harus berobat ke Jakarta. Di Jakarta, dia bertemu dengan Corrie, gadis yang selalu dirindukannya. Hanafi berusaha keras untuk memperoleh Corrie. Dia segera mengurus surat-surat untuk memperoleh hak sebagai orang Belanda. Setelah surat-surat tersebut selesai, dia memohon Corrie agar bersedia bertunangan dengannya. Karena rasa ibanya kepada Hanafi, dengan berat hati Corrie menerima permintaan Hanafi. Corrie tahu, bahwa pertunangan itu akan membuat dirinya dijauhi oleh teman-teman Eropanya.
 
Pesta pertunangan itu dilaksanakan di rumah seorang teman Belanda Corrie. Tuan rumah itu tidak begitu ramah menyambut pertunangan mereka. Dia tidak suka melihat dan bergaul dengan orang Belanda berkulit sawo matang. Namun, pertunangan itu tetap dilaksanakan dalam suasana hambar.
Sementara itu, Rapiah dan ibunya tetap menunggu kedatangan Hanafi di kampungnya, walaupun mereka telah mengetahui bahwa Hanafi akan menikah dengan Corrie. Walau ditinggalkan suaminya, Rapiah masih tetap tinggal bersama mertuanya. Hal itu atas permintaan ibu Hanafi. Dia menyayangi Rapiah melebihi rasa sayangnya kepada Hanafi. Dia kagum atas kesabaran dan kesetiaan Rapiah terhadap anaknya. Padahal perlakuan Hanafi terhadap Rapiah sangat keterlaluan, namun Rapiah selalu memaafkannya.
 
Sementara itu, rumah tangga Hanafi dan Corrie tidak seperti yang mereka harapkan. Sedikit pun tidak ada ketentraman dan kedamaian yang sebelumnya mereka harapkan. Keluarga mereka dijauhi oleh teman-teman mereka sendiri. Keduanya hidup dalam kondisi yang membingungkan. Bangsa Eropa tidak mengakui mereka. Demikian pula, bangsa Hanafi tidak mengakuinya karena keangkuhan dan kesombongan Hanafi.



***********************************
Tulisan : dari berbagai sumber
Gambar : http://www.google.com



Minggu, 11 September 2011

September Kelabu

Hari ini saya melihat berita di televisi, isinya ulasan tentang peristiwa tragedi WTC 11 September 2001. Tak terasa sudah 1 dasawarsa berlalu sejak kejadian itu. Mungkin bagi saya dan masyarakat dunia umumnya, peristiwa itu termasuk salah satu peristiwa besar dalam sejarah ummat manusia. Meski waktu itu saya cuma melihat kejadiannya melalui televisi, tapi spontan memicu rasa simpati dan empati terhadap bangsa Amerika khususnya para korban namun juga menimbulkan keprihatinan yang mendalam terhadap para pelaku yang katanya adalah para teroris yang ternyata adalah orang-orang yang seiman dengan saya. Astagfirullah, apa yang sedang melanda dunia ini ?? 

Bagi saya kenyataan ini jadi mengusik rasa kemanusiaan saya. Terlebih sebagai seorang Islam. Muslim. Pada hakikatnya Islam itu damai, Islam itu indah, Islam adalah cahaya bagi semesta raya ini, Rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam dan isinya. Jikapun kemudian ternyata ada sebagian dari saudara muslim saya itu yang memilih dan meyakini perjuangan menegakkan Islam dengan caranya sendiri, itu tak serta-merta membuat saya menjadi berkecil hati sebagai seorang muslim, meskipun juga tak mengurangi rasa keprihatinan saya atas apa yang telah terjadi.

Bagaimanapun manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang harus dihargai keberadaannya, apapun keyakinannya. Manusia tak berhak untuk menjadi malaikat pencabut nyawa bagi manusia lainnya apapun alasannya.

Islam adalah hidayah bagi ummat dan hidayah tak harus dengan cara kekerasan. Bukankah Rasulullah selalu mengajarkan dan meneladankan kepada kita, ummatnya, agar senantiasa menjadi insan yang berakhlak mulia, yang tak lupa untuk menghargai hubungan antara sesama manusia, apapun latar belakang agama ataupun rasnya ? Seperti yang tersirat dalam AL-Qur'an Surat Al-Kafiiruun ayat 6 yang berbunyi, lakum dinukum waliyadin, untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Tetapi mungkin sudah menjadi sifat dasar manusia, yang selalu lebih mengedepankan emosi dan egoisme. Rasa ingin menguasai yang tak terbataskan yang kemudian mendorong terjadinya tindakan-tindakan sebagaimana peristiwa 11 September itu, dimana hampir sebagian besar para korbannya ternyata adalah non muslim. Apapun alasan dan penyebabnya, sengaja atau tidak, peristiwa ini telah melukai nurani kemanusiaan.


Namun layaknya hukum alam, dimana peristiwa satu dan peristiwa lainnya selalu berkolerasi. Ada hubungan sebab akibat. Ingatan saya pun akhirnya melayang ke peristiwa-peristiwa silam, dengan alasan dan sebab yang hampir sama namun dengan cara dan korban yang berbeda. Korbannya adalah kaum muslim. Penindasan terhadap kaum muslim Palestina oleh tentara zionis Israel yang masih saja terus berlangsung,  pengabaian hak-hak kaum muslim Kashmir di India maupun kaum muslim Moro di Mindanao Filipina dan diantara semua peristiwa itu, yang paling menyita perhatian dan keprihatinan dunia adalah peristiwa 'pembersihan' etnis muslim Bosnia oleh tentara Serbia pada perang Serbia-Bosnia. Dimana saat itu jutaan warga muslim Bosnia dibantai dan dikubur massal dengan cara tak layak. Tapi apa reaksi masyarakat dunia, utamanya negara-negara Barat yang notabene adalah non muslim, pada saat tragedi kemanusiaan yang memilukan itu terjadi ?? mengapa mereka hanya diam dan tak menghentikannya dengan segera sebelum korban berjatuhan lebih banyak lagi ??  Namun itulah kenyataannya, diskriminasi terhadap kaum muslim memang terjadi hampir di semua wilayah dunia, terutama di negara-negara Barat.

Lalu ketika peristiwa September kelabu itu terjadi, seluruh dunia seakan menemukan alasan paling tepat untuk kembali memusuhi Islam. Islam lalu di cap sebagai agamanya para teroris. Semua muslim adalah teroris. Islam mengajarkan ummatnya untuk menjadi teroris, dan sejumlah tudingan lainnya yang bertujuan untuk merendahkan harkat kaum muslim dan menghina Islam. Islam dijadikan kambing hitam atas segala kejahatan yang ada di muka bumi. Maka penindasan secara mental terhadap kaum muslim pun dimulai.

Saya menyaksikan melalui televisi bagaimana kaum muslim di negara Barat mengalami berbagai bentuk teror secara fisik maupun mental oleh lingkungan masyarakatnya yang memang mayoritas non muslim. Banyak yang mencoba bertahan dengan segala resiko namun tak sedikit pula yang kemudian mencari jalan aman dengan cara menghindar ataupun menanggalkan atribut keislamannya misalnya membuka jilbab bagi kaum muslimahnya. Aktifitas ibadahpun menjadi tak nyaman bagi mereka. Ada rasa takut yang mengungkung. Adilkah itu buat kaum muslim ? Bukankah itupun sudah termasuk salah satu bentuk teror yang sesungguhnya? Jadi sekarang, siapa sebenarnya yang bisa disebut teroris ?

Saya hanya bisa berbicara dengan pikiran saya sendiri, sesungguhnya, apapun alasannya, manusia tidak berhak mengintimidasi apalagi mengatur hidup matinya manusia lainnya. Allah SWT melalui Islam, mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi dan menyayangi. Islam hadir untuk memerangi kegelapan di hati dan pikiran ummat manusia. Islam adalah agama yang damai. Dan saya tetap dan selalu bangga menjadi seorang muslim.

Mengutip dari film
My Name is Khan
saya pun ingin mengatakan :

My name is dee,,,
i'm a moslem
and i'm not terrorist ... ^_^








******************************



curahan rasa keprihatinan tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak manapun karena,,,
Islam itu damai...
damai itu indah...
sumber foto : http://www.google.com

Sabtu, 10 September 2011

Wanita Cintai Dirimu part I

Wanita, cintai dirimu dengan selalu menjaga kesehatan salah satunya dengan cara mengenali berbagai jenis penyakit yang umum menyerang kaum wanita, seperti yang akan diuraikan pada artikel dibawah ini dan akan saya muat dalam beberapa kali postingan. Dengan harapan kaum wanita akan kembali memperhatikan diri sendiri dan menyayanginya dengan cara selalu menjaga kesehatannya.

1. Kanker Serviks

The Silent Killer julukan untuk Kanker Serviks ini sungguh tak berlebihan. Penyakit yang nyaris tak menunjukkan gejala apapun, kecuali sudah mencapai stadium lanjut ini setiap tahunnya menyebabkan 8000 kematian dari 15.000 kasus yang muncul pertahun. Data dari Yayasan Kanker Indonesia mencatat 36 % penderita kanker di Indonesia adalah pasien kanker serviks.

Apa penyebab utama Kanker Serviks ?

a. Berawal dari kontak langsung.
Infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) menyebar melalui kontak langsung kulit dengan kulit termasuk  melalui hubungan seksual (tanpa perlindungan), oral sex, atau anal sex. Sentuhan tangan yang sudah terpapar virus HPV ke daerah genital juga bisa mengakibatkan infeksi HPV.

b. Ubah gaya hidup
Gaya hidup yang buruk, diyakini turut menyumbang andil pada peningkatan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia. Merokok misalnya, dapat meningkatkan resiko kanker dan pra-kanker hingga 7 kali  lipat. Kebiasaan buruk lainnya adalah kurangnya menjaga kesehatan alat reproduksi. Begitupun menjaga  kebersihan di tempat umum. WC umum misalnya, bisa menjadi sarang virus HPV. Alat Kelamin mungkin saja terinfeksi HPV bila tersentuh obyek yang tercemar HPV, semisal penutup toilet di tempat umum. Selain menyerang serviks, infeksi HPV juga dapat mengakibatkan kanker pada berbagai bagian tubuh lain seperti anus, vagina, vulva, penis, mulut atau sinus.

c. Cegah dan terapi
Meroketnya jumlah penderita kanker serviks bisa ditekan dengan melakukan dua langkah, yaitu test pap smear dan vaksinasi. Pap Smear secara rutin perlu dilakukan pada wanita yang sudah pernah berhubungan seksual, sementara vaksinasi untuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual. Para pasien yang telah terdeteksi mengidap kanker serviks, pada tahap awal umumnya akan diobati dengan cara histerektomi (pengangkatan serviks dan rahim). Alternatif lainnya adalah terapi radiasi yang biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi. Kini ada pula pusat pengobatan yang mengkombinasikan ketiga terapi diatas dengan pengobatan Timur (yang sifatnya komplementer) yang menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mengintegrasikan pengobatan Barat (konvensional) dan Timur (komplementer) akan mendapatkan hasil yang terbaik. 

Untuk vaksinasi sejauh ini tersedia dua jenis vaksin yakni, Gardasil dan Cervarix yang terbukti dapat mencegah infeksi virus HPV 16 dan 18. Hasil uji klinis membuktikan Gardasil 100% efektif menumpas HPV 16 dan 18 yang 70% merupakan penyebab kanker serviks. Gardasil juga 99% efektif untuk mengatasi HPV 6 dan 11 yang 90% merupakan penyebab bisul pada kelamin karena infeksi HPV.
Sedangkan Cervarix dianjurkan untuk wanita usia 10-45 tahun dan pria umur 9-15 tahun (karena pria juga turut ikut menyebarkan virus HPV. Hasil uji klinis menunjukkan wanita yang divaksin dengan Cervarix mendapatkan perindungan 100% dari HPV 16 dan 18.

2. Penyakit Jantung


 
Faktor pemicu jantung bermcam-macam, beberapa memang tidak bisa dikendalikan seperti usia dimana setelah menopause, produksi estrogen menurun, padahal estrogen bisa melindungi wanita dari pertumbuhan plak. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga bisa menjadi penyebab. 



Beberapa gejala serangan jantung antara lain :
-          Nyeri di dada
-          Nyeri punggung
-          Nyeri atau berdenyut-enyut pada satu atau kedua tangan
-          Nafas tersengal-sengal
-          Banyak berkeringat
-          Pusing
-          Cemas
-          Penimbunan cairan, biasanya pada kaki bawah atau pergelangan kaki
-          Jantung berdebar-debar
-          Mual
-          Rasa berat atau tertekan pada dada antara payudara,yang bisa menyebar ke tangan atau bahu kiri.

Pencegahan antara lain :
-          Stop merokok sekarang juga, karena racun nikotin pada rokok bisa merusak jantung
-         Jaga berat badan. Indeks Massa Tubuh (IMT) harus berada di angka 18,5 – 22,9.   IMT diatas 23 sudah dianggap  gemuk dan obesitas. Selain membahayakan jantung, kelebihan berat badan juga bisa meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, kolesterol tingi dan diabetes.
-          Gerakkan tubuh. Aktifitas fisik yang dianjurkan adalah 30 menit aerobik intensitas menengah, minimal 5 kali seminggu. Lakukan 20 menit aerobik intensitas tinggi minimal 3 kali seminggu dan latihan ketahanan/kekuatan minimal 2 kali seminggu.
-         Hindari alkohol. Konsumsi alkohol lebih dari 1 gelas sehari bisa menimbulkan banyak masalah dengan jantung dan juga jenis-jenis kanker tertentu.
-    Tetap ceria. Emosi negatif seperti depresi, stress dan rasa cemas bisa memicu timbunan plak atau pembekuan darah di arteri yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung. Menjaga kesehatan emosional dan kesehatan fisik sama pentngnya.
-         Tidur cukup. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-9 jam setiap malam. Pada usia 32-59 tahun, waktu tidur yang kurang dari 5 jam permalam, bisa meningkatkan resiko tekanan darah tinggi.
-     Jaga pola makan. Perhatikan kadar kolesterol. Kolesterol jahat (LDL) sebaiknya kurang dari 100 mg/dl, sedang kolesterol baik (HDL) sebaiknya lebih dari 60 mg/dl. Jadi sebaiknya total kolesterol kurang dari 200 mg/dl, trigliserida kurang dari 150 mg/dl, dan tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg. 

Kolesterol dan trigliserida merupakan jenis lemak yang terdapat dalam darah dan bagian-bagian tubuh yang lain. Sedangkan tekanan darah adalah tekanan yang dilakukan darah ke dinding arteri. Karenanya hindari makanan tinggi lemak jenuh dan perbanyak konsumsi minyak zaitun, ikan, almond, kenari, oatmeal, seledri, bawang putih, bawang merah, tomat dan yoghurt.


3.  Osteoporosis dan Osteoartritis


Dulu masalah pada tulang dan sendi dikaitkan dengan usia tua, tetapi kini tidak lagi karena masalah tulang dan sendi ini mengintai semakin dini dan lebih banyak dialami kaum wanita.
Osteoporosis adalah kondisi dimana kepadatan tulang berada pada titik mengkhawatirkan sehingga tulang kehilangan kekuatan dan kelenturannya. Pada kondisi ini, tulang menjadi menyusut dan mudah patah. Tubuhpun membungkuk karena tulang tak mampu menyangganya dengan baik. Belum lagi resiko patah tulang. Osteoporosis bisa dicegah dengan pola hidup sehat sejak muda.
Sedang Osteoartritis (OA) atau dikenal juga sebagai radang sendi, merupakan penipisan daerah tulang rawan sendi yang menimbulkan keluhan rasa nyeri. 

Penyebab OA diantaranya adalah kegemukan, penyakit keturunan, dampak infeksi atau kecelakaan juga dampak radikal bebas. Merek yang terkena OA tidak diperkenankan melakukan aktifitas berat pada sendi yang terserang. Terapi OA meliputi terapi fisik, terapi panas, latihan fisik dan obat-obatan.

OA lebih banyak terjadi pada mereka yang berusia 40 tahun keatas. Sedang osteoporosis hampir tidak menunjukkan gejala hingga retak atau patah tulang itu terjadi. Umumnya apa yang dibutuhkan tulang sama dengan yang dibutuhkan sendi.

Yang perlu diperhatikan pada OA ini antara lain :
-       Buat jurnal tentang serangan nyeri sendi : kapan, bagaimana, saat anda sedang apa, obat yang anda minum, makan apa serta bagaimana kadar stess anda. Dengan demikian keluhan nyeri sendi bisa dikenali.
-          Pertahankan berat badan ideal agar tak memberi beban dan stress tambahan pada sendi.
-    Hindari membebani sendi dengan aktifitas yang berlebihan atau gerakan yang dipaksakan di luar kemampuan.
-          Pelihara sikap tubuh yang benar, agar tubuh relaks dan sendi tidak tegang.
-     Berhenti merokok, karena meningkatkan resiko kerusakan tulang rawan yang akan membuat sendi lebih mudah nyeri.
-    Bila kerap mengalami nyeri sendi, pertimbangkan terapi seperti akupuntur, pijat, chiropractic atau osteopathic.

Makanan untuk tulang dan sendi antara lain :
-   Konsumsi makanan yang mengandung kalsium, vitamin D dan antioksidan yang terdapat pda buah-buahan berwarna kuning tua dan merah seperti pepaya, nanas, semangka atau jeruk.
-    Tulang juga butuh vitamin A, C, magnesium, seng serta protein yang terdapat pada susu, sayuran berwarna hijau, produk olahan susu, ikan sarden, ikan teri atau kacang-kacangan. Untuk perekat tulang serta membangun jaringan tulang bisa diperoleh dari protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe dan olahan kedelai.
-       Untuk meningkatkan kekuatan otot dan sendi didapat dari sumber vitamin B yang terkandung dalam ikan tuna, mackarel, salmon, jagung dan kacang merah.
-       Konsumsi suplemen penguat tulang dan sendi seperti antioksidan, vitamin C dan E. Suplemen tulang dan penopang sendi seperti kalsium, kondroitin dan glukosamin bisa membantu menjaga kesehatan sendi dan otot.

Laihan untuk tulang dan sendi :
-          Latihan jalan kaki dan bersepeda
-          Latihan peregangan seperti yoga dan tai-chi agar sendi tetap fleksibel
-          Latihan kelenturan untuk meningkatkan keseimbangan dan koordinasi
-    Jangan memberi stress pada sendi dengan latihan yang berlebihan, cukup lakukan latihan secara bertahap.



**************************


Sumber : Tabloid Fit edisi 10/2009