" Assallamualaikum and welcome to my blog ^_^ "



Tampilkan postingan dengan label inspirasi hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2020

" Hanya Rindu "

  

Terkadang aku rindu masa-masa itu. Masa dimana semua masih berkumpul, melewati hari dalam kebersamaan yang sederhana. Masa dimana tak perlu merasakan kecemasan, kesedihan, kesakitan, rasa takut kehilangan.

Aku takkan pernah lupa rasa itu, seakan baru kemarin dilalui.

Hari-hari yang dilewati dengan warna-warni rutinitas yang selalu kuanggap menyenangkan. 
Menjalani tugasku sebagai anak, ibu sekaligus pengabdi negeri dengan sepenuh hati. 
Melihat dan sesekali ikut jadi tim rempong Mama, dengan kesibukan purna tugasnya yang beraneka mulai dari Arisan, Majelis Taklim, Kelompok Lansia, Organisasi Wredathama. 
Menuntun dan menyaksikan My Son bertumbuh dalam kedewasaan, melewati masa sekolah dengan selamat sentosa menjalani masa kuliah dengan lancar jaya.

Hari-hari yang diisi dengan berbagi cerita dari 3 generasi yang menetap dalam satu atap.
Canda, tawa, tangisan, omelan, perdebatan, menjadi warna yang selalu mengundang haru biru rinduku.  
Aahhh,, selalu menentramkan jika mengingat masa-masa itu.
Yang takkan kembali.
Yang akan selalu memunculkan setitik genangan di sudut mata saat mengenangnya.

Dan sekarang...
Mama telah bahagia dalam pelukan Rabb nya.
My Son sedang sibuk dengan karirnya.
Dan aku...
Sedang sibuk dengan romantisme kenangan masa lalu bersama mereka.

Bedanya...
Aku tak harus mengenang semua itu, dalam kesendirian lagi ...

Terima kasih yaa Rabb..
Apapun bentuk takdir yang KAU berikan.
Adalah wujud kasih sayang-MU padaku.
Maafkan, jika sesekali aku menjadi begitu cengeng dengan kenyataan.
 
 
#Al-Fatihah untukmu Mama, we will always miss you, until we meet again in Jannah.

 
Song by : Andmesh Kamaleng  
https://www.youtube.com/watch?v=CJC5PY5erzI



 


Kamis, 22 Desember 2011

Untukmu Ibu



"Orangtua tidak selamanya hidup, tidak selalu bisa mendampingi kalian, maka dari sekarang mulailah belajar untuk mandiri, jangan pernah membebani dan menyusahkan orang lain" 

Ucapan ibuku seperti terngiang kembali di telingaku, seperti baru kemarin rasanya, meski sesungguhnya itu diucapkan ibuku puluhan tahun lalu, saat kami masih sekolah.

Ibu selalu begitu,,, mengajarkan berbagai hal,,, menasehati tentang apa saja,,,  sambil mengomel, kadang juga dengan tenang, kadang juga di tengah tawanya. Meski terkadang kami merasa ibu cerewet tapi disadari atau tidak, dialah pada akhirnya yang selalu menjadi muara, sumber inspirasi dan motivasi, tempat kami bertanya, berdiskusi dan mencari solusi. 

Bahkan bertahun-tahun kemudian, ketika kami, anak-anaknya, telah mempunyai dan menjalani kehidupan masing-masing, ibu masih selalu menjadi pusat kehidupan kami. Tak ada satu peristiwapun yang kami alami yang tak diketahuinya dan tak diberitahu kepadanya. Seakan tak lengkap rasanya tanpa "kehadiran" ibu, mulai dari hal-hal yang ringan, yang berat, yang sedih, yang senang, bahkan yang lucu.

Sebenarnya ibu bukan tipe ibu seperti yang ada dalam kisah-kisah keluarga  "manis" pada umumnya, yang lemah lembut dalam bertutur kata, bersahaja dan tidak neko-neko dalam bersikap, yang dengan penuh perhatian selalu siap sedia di samping anak-anaknya melewati berbagai macam kejadian dalam kehidupan, yang setiap saat siaga mengulurkan tangan saat anak-anaknya berada dalam "bahaya".

Bukan,,, ibu bukan tipe seperti itu. Ibu adalah seorang perempuan yang bertipe tegas dan keras, bersikap pantang menyerah dengan gaya bicara yang lugas dan blak-blakan tapi anehnya bisa menjadi amat mudah tersentuh dan trenyuh hanya karena sebuah hal sepele.
Ibu, seorang perempuan yang berstatus ibu dan perempuan pekerja ~bahasa kerennya wanita karir~. Dan status ibu bertambah satu lagi ketika aku sudah duduk di bangku SMP, status itu adalah "single parent". 

Ibu tak punya waktu banyak untuk 'ngemong" kami terus-menerus karena harus bekerja. Tapi, ditengah tugasnya sebagai seorang perempuan pekerja yang berprofesi sebagai guru, maupun ditengah kewajibannya sebagai seorang ibu tunggal, ibu tak pernah kehilangan "kekuatannya". Ibu selalu ada "menemani" meski tak disamping kami. Mengajarkan kami tentang nilai-nilai kehidupan. Menemani dalam menjalani peristiwa demi peristiwa, memberi kekuatan lewat support semangat dan doa yang tak pernah putus dimintanya demi kebaikan dan keberhasilan kami.

Dan ditengah keterbatasannya, ibu pun masih sanggup memberi pendidikan kepada kami.

Aku ingat bagaimana ibu selalu menanamkan pemahaman tentang arti pentingnya pendidikan, ibu selalu bilang " saya tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, hanya ilmu yang didapat dari pendidikanlah yang bisa menjadi harta buat kalian nanti "
Ibu juga mengajarkan tentang arti kerja keras, kemandirian sekaligus makna berbagi meski dalam keterbatasan. Sehingga ketika sekarang kami telah menjadi orang-orang yang "mandiri", ibu tak lupa untuk selalu mengingatkan kami tentang pentingnya berbagi sambil berkata " ringan tanganlah, jangan menutup mata dengan penderitaan orang lain, masih begitu banyak orang yang jauh lebih menderita dari kalian, syukurilah dengan cara bantulah semampu kalian, karena apapun yang kalian beri dengan keikhlasan akan berbalas rezeki meski bukan dari orang-orang yang kalian bantu itu, Allah akan membalasnya melalui tangan orang lainnya ".

Sama halnya ketika ibu memberikan pemahaman tentang kemandirian dalam rumah tangga. Bagaimana perempuan harus bisa menolong dirinya sendiri, jangan sepenuhnya menggantungkan segala hal kepada suami sehingga ketika suatu saat terjadi hal-hal yang tak di inginkan, perempuan tidak lantas menjadi pribadi yang "terpuruk".

Aahhh,, ibu memang selalu bisa "mengantisipasi" segala kondisi kehidupan, seakan Tuhan menjawab setiap masalah "melalui" ibu. Walaupun terkadang ada saatnya aku melihatnya "murung" dengan kenyataan tentang kehidupan anak-anaknya yang tak selalu berjalan semulus dan selancar jalan tol. Namun kami tak berhenti memberinya keyakinan bahwa sebagai orang tua, ibu telah melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sangat baik hingga mengantar kami, anak-anaknya menjadi "orang yang mandiri". Ibu sudah memberi kami "landasan" dalam menjalani kehidupan. Untuk itu sudah waktunya ibu "istirahat" mengurus kami, ibu hanya perlu melewati masa-masa tersisa dalam hidupnya dalam ketenangan.

Ibu,, terima kasih atas cinta dan kasihmu yang sudah kau beri dan wujudkan dengan cara tersendiri,,, karena memang begitulah "caramu" mencintai kami, anak-anakmu.


"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali
 bagai sang surya menyinari dunia "

Selamat Hari Ibu, semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberkahimu.. ^_^



*Ku dedikasikan untuk ibu yang tak pernah berhenti  
  mengasihi kami*

 ~ We love you Mom ~






Foto : Koleksi Pribadi

Senin, 03 Oktober 2011

Ilmu Kehidupan



Dari Bapak aku belajar tentang keberanian dan jiwa besar
Dari Ibu aku belajar tentang kesabaran dan ketegaran
Dari Kakak aku belajar tentang toleransi dan kebersamaan
Dari Adik aku belajar tentang kesetiaan dan pengertian
Dari Anak aku belajar tentang perjuangan dan eksistensi diri
dan dari dirinya aku belajar tentang kasih dan keikhlasan


Dari guru aku belajar arti pengetahuan
Dari kawan aku belajar arti persahabatan
Dari lawan aku belajar arti kebaikan

Dari kesenangan aku belajar untuk bersyukur
Dari ketidakberdayaan aku belajar untuk bertahan

Dari pelangi aku belajar tentang keceriaan
Dari bayu aku belajar tentang keramahan
dan dari hujan aku belajar bagaimana kesedihan



Dari mawar aku belajar arti keindahan
Dari melati aku belajar arti  kesederhanaan

Dari mentari aku belajar tentang kekuatan
Dari bintang aku belajar tentang harapan
Dari rembulan aku belajar tentang pengorbanan


Dari birunya samudra aku belajar tentang kedamaian
Dari hijaunya rimba aku belajar tentang semangat
Dari putihnya kabut aku belajar tentang ketulusan

Dari lebah aku belajar arti  kerja keras
Dari kupu-kupu aku belajar arti merubah diri


Ya Rabb,,, sungguh semua ciptaan-MU dengan segala 
aspeknya menjadi cawan ilmu dan inspirasi yang
isinya takkan pernah habis untuk ku reguk.

Terimakasih atas Ilmu Kehidupan yang telah KAU
beri ,,,,dengan segala keterbatasanku,,,,
untuk memahaminya...



*catatan awal oktober 03'10'11*
#untuk orang-orang terkasih yg jadi sumber inspirasiku#

Minggu, 11 September 2011

September Kelabu

Hari ini saya melihat berita di televisi, isinya ulasan tentang peristiwa tragedi WTC 11 September 2001. Tak terasa sudah 1 dasawarsa berlalu sejak kejadian itu. Mungkin bagi saya dan masyarakat dunia umumnya, peristiwa itu termasuk salah satu peristiwa besar dalam sejarah ummat manusia. Meski waktu itu saya cuma melihat kejadiannya melalui televisi, tapi spontan memicu rasa simpati dan empati terhadap bangsa Amerika khususnya para korban namun juga menimbulkan keprihatinan yang mendalam terhadap para pelaku yang katanya adalah para teroris yang ternyata adalah orang-orang yang seiman dengan saya. Astagfirullah, apa yang sedang melanda dunia ini ?? 

Bagi saya kenyataan ini jadi mengusik rasa kemanusiaan saya. Terlebih sebagai seorang Islam. Muslim. Pada hakikatnya Islam itu damai, Islam itu indah, Islam adalah cahaya bagi semesta raya ini, Rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam dan isinya. Jikapun kemudian ternyata ada sebagian dari saudara muslim saya itu yang memilih dan meyakini perjuangan menegakkan Islam dengan caranya sendiri, itu tak serta-merta membuat saya menjadi berkecil hati sebagai seorang muslim, meskipun juga tak mengurangi rasa keprihatinan saya atas apa yang telah terjadi.

Bagaimanapun manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang harus dihargai keberadaannya, apapun keyakinannya. Manusia tak berhak untuk menjadi malaikat pencabut nyawa bagi manusia lainnya apapun alasannya.

Islam adalah hidayah bagi ummat dan hidayah tak harus dengan cara kekerasan. Bukankah Rasulullah selalu mengajarkan dan meneladankan kepada kita, ummatnya, agar senantiasa menjadi insan yang berakhlak mulia, yang tak lupa untuk menghargai hubungan antara sesama manusia, apapun latar belakang agama ataupun rasnya ? Seperti yang tersirat dalam AL-Qur'an Surat Al-Kafiiruun ayat 6 yang berbunyi, lakum dinukum waliyadin, untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Tetapi mungkin sudah menjadi sifat dasar manusia, yang selalu lebih mengedepankan emosi dan egoisme. Rasa ingin menguasai yang tak terbataskan yang kemudian mendorong terjadinya tindakan-tindakan sebagaimana peristiwa 11 September itu, dimana hampir sebagian besar para korbannya ternyata adalah non muslim. Apapun alasan dan penyebabnya, sengaja atau tidak, peristiwa ini telah melukai nurani kemanusiaan.


Namun layaknya hukum alam, dimana peristiwa satu dan peristiwa lainnya selalu berkolerasi. Ada hubungan sebab akibat. Ingatan saya pun akhirnya melayang ke peristiwa-peristiwa silam, dengan alasan dan sebab yang hampir sama namun dengan cara dan korban yang berbeda. Korbannya adalah kaum muslim. Penindasan terhadap kaum muslim Palestina oleh tentara zionis Israel yang masih saja terus berlangsung,  pengabaian hak-hak kaum muslim Kashmir di India maupun kaum muslim Moro di Mindanao Filipina dan diantara semua peristiwa itu, yang paling menyita perhatian dan keprihatinan dunia adalah peristiwa 'pembersihan' etnis muslim Bosnia oleh tentara Serbia pada perang Serbia-Bosnia. Dimana saat itu jutaan warga muslim Bosnia dibantai dan dikubur massal dengan cara tak layak. Tapi apa reaksi masyarakat dunia, utamanya negara-negara Barat yang notabene adalah non muslim, pada saat tragedi kemanusiaan yang memilukan itu terjadi ?? mengapa mereka hanya diam dan tak menghentikannya dengan segera sebelum korban berjatuhan lebih banyak lagi ??  Namun itulah kenyataannya, diskriminasi terhadap kaum muslim memang terjadi hampir di semua wilayah dunia, terutama di negara-negara Barat.

Lalu ketika peristiwa September kelabu itu terjadi, seluruh dunia seakan menemukan alasan paling tepat untuk kembali memusuhi Islam. Islam lalu di cap sebagai agamanya para teroris. Semua muslim adalah teroris. Islam mengajarkan ummatnya untuk menjadi teroris, dan sejumlah tudingan lainnya yang bertujuan untuk merendahkan harkat kaum muslim dan menghina Islam. Islam dijadikan kambing hitam atas segala kejahatan yang ada di muka bumi. Maka penindasan secara mental terhadap kaum muslim pun dimulai.

Saya menyaksikan melalui televisi bagaimana kaum muslim di negara Barat mengalami berbagai bentuk teror secara fisik maupun mental oleh lingkungan masyarakatnya yang memang mayoritas non muslim. Banyak yang mencoba bertahan dengan segala resiko namun tak sedikit pula yang kemudian mencari jalan aman dengan cara menghindar ataupun menanggalkan atribut keislamannya misalnya membuka jilbab bagi kaum muslimahnya. Aktifitas ibadahpun menjadi tak nyaman bagi mereka. Ada rasa takut yang mengungkung. Adilkah itu buat kaum muslim ? Bukankah itupun sudah termasuk salah satu bentuk teror yang sesungguhnya? Jadi sekarang, siapa sebenarnya yang bisa disebut teroris ?

Saya hanya bisa berbicara dengan pikiran saya sendiri, sesungguhnya, apapun alasannya, manusia tidak berhak mengintimidasi apalagi mengatur hidup matinya manusia lainnya. Allah SWT melalui Islam, mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi dan menyayangi. Islam hadir untuk memerangi kegelapan di hati dan pikiran ummat manusia. Islam adalah agama yang damai. Dan saya tetap dan selalu bangga menjadi seorang muslim.

Mengutip dari film
My Name is Khan
saya pun ingin mengatakan :

My name is dee,,,
i'm a moslem
and i'm not terrorist ... ^_^








******************************



curahan rasa keprihatinan tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak manapun karena,,,
Islam itu damai...
damai itu indah...
sumber foto : http://www.google.com

Jumat, 29 Juli 2011

Evaluasi Diri

Semalam saya menonton sebuah acara reality show di salah 1 stasiun TV. Saya terkesima saat seorang cewek mengkritik penampilan seorang cowok yang katanya gak fashionable, cara berbusana yang gak matching, wajahnya yang lebih boros di banding usianya dan seterusnya yang menurut saya telah menjurus ke arah pelecehan dan penghinaan. Begitu ringan dan tanpa beban si cewek itu telah mempermalukan si cowok, di depan umum pula. Saya jadi gerah sekaligus miris melihatnya. Tapi kemudian saya menjadi lebih terkesima ketika kemudian sang host acara ~ dgn maksud membela si cowok ~ berkata :   "  sebelum 1 jari telunjuk kita menunjuk kekurangan orang lain, sadarilah bahwa ada 4 jari lainnya yang ternyata menunjuk ke arah diri kita sendiri "


Saya begitu terkesan dengan kata-kata sang host tersebut. Sederhana tapi dalam. Lalu kemudian membuat saya jadi merenung, betapa kita memang selalu suka melempar kesalahan dan menudingkan semua kekurangan kepada orang lain tanpa menyadari kekurangan diri sendiri. Kita menjadi mudah sombong dan lupa diri dengan kesempurnaan dan kebaikan yang kita miliki. Begitu mudah kita mencari kambing hitam suatu kesalahan dan menumpukan tanggung jawab suatu kekurangan kepada orang lain tanpa menyadari bahwa ternyata kita tak berbuat sesuatupun. Alangkah sempitnya cara pandang dan pola pikir kita.

Kita terlalu sibuk menilai orang lain tapi tak pernah sempat untuk mengevaluasi diri sendiri...


*********************

Catatan FB : 25 Oktober 2009

Jumat, 14 Januari 2011

Catatan Seorang Perempuan



“ Tapi apa dayaku karena aku perempuan “….
Haahh ,,,kata-kata itu cuma membuatku jadi teringat cuplikan sinetron-sinetron cengeng yang wara-wiri di TV Indonesiaku ini, dimana perempuan selalu dikondisikan dalam ketidakberdayaan, penderitaan dan airmata… Sungguh sebuah  pembunuhan karakter secara pelan namun pasti…
Menempatkan perempuan dalam segala situasi yg sangat tidak nyaman,, entah sebagai pihak yg teraniaya, terpinggirkan, tak punya inisiatif, kreatifitas bahkan tak pantas punya aspirasi apapun dalam mengelola dan memanajeri kehidupannya sendiri.. Perempuan seperti di doktrin untuk menjalani semuanya ibarat menjalani takdir, seakan semua itu adalah firman dari Yang Maha Kuasa, sehingga tak perlu protes, marah apalagi menuntut.
Disisi lain penggambaran tentang keperempuanan perempuan juga tak kalah hebohnya, mulai dari perempuan sebagai penggosip nomor wahid, pendominasi kehidupan pria ~utamanya untuk pria yg telah menikah, yg lalu menyebabkan munculnya istilah Suami-Suami Takut Istri~,  yg selalu berpikir dan bertindak tak berdasarkan logika tapi perasaan, bahkan ada yg sampai mengatakan bahwa perempuan adalah racun dunia,,, (seperti lagunya the Changcuter saja)
Sungguh suatu vonis yg sangat diskriminatif… tidak adil….
Padahal Allah menciptakan perempuan sebagai makhluk dengan kesempurnaan dan keindahan… 
Rupa yg menawan, hati yg lembut dan penuh kasih, jiwa yg tegar juga energy yg begitu dahsyat..
Seorang perempuan mampu berperan,,,sebagai kekasih dan istri yg penuh cinta dan pengabdian, sebagai ibu yg penuh perhatian dan kasih sayang, sebagai seorang hamba Tuhan yg tabah dalam menjalani kerasnya kehidupan. Dengan energinya yg dahsyat perempuan menjalani tugasnya untuk melayani suami, membesarkan dan mendidik anak-anak sekaligus mencari nafkah untuk kehidupannya.
Semua adalah perpaduan kesempurnaan yg diberikan oleh Yang Maha Kuasa..
Begitu berartinya keberadaan perempuan dalam kehidupan hingga Allah pun berfirman bahwa surga itu berada di telapak kaki Ibu. Bukankah itu satu petunjuk bahwa kaum perempuan harusnya dihormati keberadaannya dan dihargai perasaannya ???
Semoga perempuan juga dapat membuat dirinya layak untuk dihormati dan dihargai…

Selasa, 11 Januari 2011

Apa kabar blogku

Assallamualaikum....
Wah sudah lama gak pernah nengokin kamarku ini,,,
Kasian sekali ni blogku tersayang,,, keliatan kucel, berdebu n suram,,,
Sesuram hati yg punya kamar ni, he he he

Maaf ya karena slama ini aku slalu lupa nengok,,,maklum,,,sibuk jadi org yg sok sibuk n sok repot getooo,,, yahh mulai dari sibuk jadi fans dadakan timnas sepakbola gara-gara wajah innocentnya si Bachdim n si latino Gonzales yg tampangnya kayak artis telenovela marco durant n sepintas jg mirip sama si handsome dari Hollywood George Clooney.. sampe sok repot n sewot gara-gara si Tambun yg punya kebiasaan aneh,,, bisa nembus tembok penjara untuk pergi pelesiran,,ke luar negeri pula,,,weleh-weleh,,,aneh bin amazing ! hebat nian ilmu nembus temboknya itu,,,agak mirip-mirip hantu yee, hi hi hi

KJ Waterfall
Tapi mulai sekarang aku akan rajin liatin kamu deh,,, akan kuhiasi halamanmu dengan postingan2 ringan,,,akan kuwarnai dengan indahnya foto-foto alam Indonesiaku,,,,hasil jepretan amatiranku,,,bahkan akan ku buat lebih ceria n semarak dengan alunan lagu,,,pokoknya kamu akan jadi lebih keren deh, hohoho

Oke my room, my blog,,tungguin yeee

Wassalamualaikum...